Dalam secarik kertas putih
Ku tuliskan harapan yg tak terungkap
Ku goreskan pena dengan penuh rasa
Yang penuh derai air mata
Tak sanggup mengucapkan semua derita dalam hidup
Aku tak mampu melihat semua orang larut dalam kepedihan hatiku
Ku berikan senyuman
Untuk menahan segala kesakitan
Sedih,pedih dan letih
Aku sulap menjadi senyuman yg indah
Membuat org selalu nyaman
Ketika aku berperan menjadi teman
Berdiri di atas air mata yg terus mengalir
Tergantung tali kebencian dan penghianatan
Tergelincir di bukit pertahanan
Dan terperangkap dalam tuntutan keikhlasan dan penyerahan atas segala hambatan
Berliku dan berlubang
Memberi rongga untuk terisi berbagai keajaiban
Tertimbun bebatuan cinta dan sayang yang tak kan lapuk
sebagai serpihan dusta membusuk
Ku tuliskan harapan yg tak terungkap
Ku goreskan pena dengan penuh rasa
Yang penuh derai air mata
Tak sanggup mengucapkan semua derita dalam hidup
Aku tak mampu melihat semua orang larut dalam kepedihan hatiku
Ku berikan senyuman
Untuk menahan segala kesakitan
Sedih,pedih dan letih
Aku sulap menjadi senyuman yg indah
Membuat org selalu nyaman
Ketika aku berperan menjadi teman
Berdiri di atas air mata yg terus mengalir
Tergantung tali kebencian dan penghianatan
Tergelincir di bukit pertahanan
Dan terperangkap dalam tuntutan keikhlasan dan penyerahan atas segala hambatan
Berliku dan berlubang
Memberi rongga untuk terisi berbagai keajaiban
Tertimbun bebatuan cinta dan sayang yang tak kan lapuk
sebagai serpihan dusta membusuk
heemmmmm.....
BalasHapus