Minggu, 28 Agustus 2011

HENING DI MALAM PENUH KESUNYIAN


Berkedipnya cahaya bintang di kegelapan malam
Saat ini tak lgi menghanyutkanku dalam kelelapan
Bisiknya ranting pohon yang bergesekan
Menengadahkanku dalam hasrat kerinduan

Malam yang tak begitu indah
Namun mampu membuatku tak lagi gelisah
Sebuah nada-nada yang indah
Memberiku ketenangan dalam setiap langkah

Ku teringat kala ibu menemaniku
Di saat aku tak lelap dalam tidurku
Di kala aku meneteskan air mataku
Yang berikan kedekatan dalam keraguanku

Dalam hayalanku
Ku tergerak untuk ungkapkan kerinduanku
Dalam secarik kertas biru
Dengan sebuah pena kesayanganku

Dalam kertas itu
Ku tuliskan nama ibu
Ku goreskan pena hitam kelam itu
Membentuk kata seperti yang ada dalam kekosonganku

Ku teteskan air mata kerinduan
Ku sisipkan senyuman dalam bait-bait ketidak nyamanan
Seiring ku rebahkan badan di atas papan
Yang ada di halaman taman

Ku buang semua kesedihanku
Ku tujukan hanya untuk mengenang kenanganku bersama ibu
Ketika dia masih menjaga dan menemaniku di setiap waktu

Satu yang ku benci darinya
Ketika aku harus hidup tanpanya
Dia hanya bisa beriku seuntai kata
Dan sepercik air mata

Di saat aku ingin slalu bersama
Badai perpisahan datang menghampiri kami berdua
Nafas dan denyut nadinya terhenti seketika
Lemas kaku tubuhnya terlentang tak berdaya

Betapa menangis histerisnya aku
Melihat ibuku terbujur kaku
Tanpa pedulikan aku dan ayahku
Untuk pergi dari kehidupanku

Hancur tak kepalang
Harap dan semangat hilang
Seketika ibu di masukan dalam liang
Yang ku bayang tak ada cahaya penerang

kini..
Ku ingat kembali rasa sayangnya di sini
di tempat yg penuh sunyi dan sepi
dengan rangkaian memori q sendiri
Dngan derai air mata yg mengalir di pipi

Ku berteriak
Memanggil ibu
Tapi yg ku dapat hanya luka yg lunak
Karna kisah itu kini satunya tertimbun debu

KETULUSAN HATI MEMAAFKAN KESALAHAN DI HARI NAN FITRI


 

Terikat dalam naungan ramadhan
Berjuang menahan dahaga dan lapar
Senantiasa untuk meraih kemenangan
Dengan penuh rasa sabar
Ku sucikan kembali hatiku
Dengan berikan ketulusan jiwa
Ku bersihkan fikir,dusta dan dendamku
Bersamaan dengan kata maaf yang terucap dari mulutku
Ku katakan maaf dari hati dengan penuh ketulusan
Mencoba mencari keikhlasan bagi yg memaafkan
Segala dusta,benci,iri dan kecewa tak lagi ada
Ketika hati dan jiwa mengikhlaskan untuk memaafkannya
Apalah arti kemenangan
Bila tak saling memaafkan
Apalah arti perjuangan
Bila tak dapatkan keberhasilan
Itu lah kata yg menyisa dalam jiwa-jiwa di hari raya
Mungkin
Serasa sulit memaafkan orang yg telah membuat kita terdiam tak berdaya
Tapi..semua itu hanya ada dalam kesemuan
yang berujung dengan penyesalan
Maaf,maaf,maaf
Memang sering terucapkan
Sering pula terabaikan
Terkadang pula kata itu di jadikan perlindungan
Dari kesalahan yg pada akhirnya terulang
Bukalah hati nurani
Menyambut hari nan fitri
Dengan penyucian kebencian dalam diri
Yg dulu pernah melekat dalam sumsum kebutaan di rongga hati
Bukan sekedar kata
Tapi semua ini benar-benar tulus dari jiwa
Membongkar segudang kecelaan yg tak pernah terbinasakan
Selama hati di rundung dendam
Deraian airmata
Menanti kata maaf dari orang-orang yg pernah kita berikan luka
Maafkanlah diri ini
Telah menyakiti jiwa dan hati
Baik itu canda atau benar-benar ku katakan
Karna aku hanya seorang hamba yg tak pernah lepas dari kesalahan
Berikan aku jalan
Untuk menebus sgala kesalahan
Yg pernah ku lakukan
Dan baru ku sadari dan meminta maaf dan kesempatan
Deretan senyum indah
Melukiskan kebahagiaan yg penuh berkah
Di memori kemenangan nan fitri
Menuju ke jalan yg teridh0i
Bukan maksudku menyinggung hatimu
Tapi sejujurnya aku tak pernah membencimu
Satu hal yg perlu kau tau
Kesalahanmu tlah ku hapus sejak dahulu
Bukalah kekerasan hatimu
Izinkan aku menyentuhnya
Senantiasa merasakan
Semua yg kau rasakan
Kini saatnya kita meraih kemenangan dengan saling memaafkan