Rabu, 14 Desember 2011

PERTAHANANKU

Ku berdiri di bawah ufuk sang mentari
Menahan perih dan luka dalam hidup ini
Tak lagi ada tetes airmata di pipi
Karena aku telah berhenti menanti

Ku tolehkan kepedulianku
Akan semua semu yang tak berlalu
Ku pasang janur pertahananku
Sebagai simbol ketegaranku

Lelah menghampiriku
Membuat aku pergi dari masa lelahku
Memindahkanku dalam sebuah ruang kelabu

Ku berjalan dalam kegelapan
Dengan satu keyakinan untuk mampu bertahan
Melawan takut yang membalut
Dalam benak yang terguncang. . .

Aku menjerit. . .
Namun tak ada satupun yang mau mendengarkan jeritan itu
Aku hendak memukul diri
Menyesali kelemahan yang aku miliki

Tak apa bagiku
Karena lelahku mulai berlalu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar