Kamis, 13 Oktober 2011

HAMBA DATANG BERSIMPUH MEMOHON AMPUNAN

Tuhan...
Satu hal yg tak bisa aku lepaskan
dari setiap langkah kehidupan
yang menjadi halangan
ku lalaikan kewajibanku
ku dekatkan hal yang di benci oleh-MU
Hingga dosa-dosaku


Menimbun tubuh kecilku
Semua nikmat yang KAU beri
Sering aku ingkari
Semua yang terjadi
Jarang tuk tak aku pungkiri
Bingun dan bimbang
Ketika kemarahan-MU datang
Membawa tanda peringatan
 Untuk aku memohon ampunan


Sering aku tak sadar
Ketika cobaan datang
Segala sesuatu ku jadikan pelampiasan tak sabar
Karna ku tak mampu menahan kekesalan
Bodohnya aku
Tak pernah menikmati setiap keindahan ciptaan-Mu
Tak pernah menyentuh dan membaca ayat-ayat suci-Mu
Menundukan kepala menghadap-MU


Udiknya aku
tak pernah mau menutup auratku
tak pernah mau mendengarkan kumandang adzan
dan datang ke rumah-MU
Buruknya aku
Menghina sesama ciptaan-Mu
Mengucapkan kata-kata yg membawaku
Ke lubang yg akan melenyapkanku


Kikirnya aku
tak pernah mau berbagi
Hanya ku pentingkan nikmat duniawi
Tanpa ku perhitungkan kehidupanku nanti


Lalainya aku
Menghambur waktu untuk yang tak berarti
Tanpa aku fikir lebih detail lagi
khianatnya aku
tak percaya akan ke-Esaan-MU
Tak percaya akan hari akhir itu
Saat aku di buat tertunduk malu


Tuhan..dosaku begitu besar
banyaknya bagai pasir di pantai dan bintang di langit
hingga aku tak mampu menghitungnya karna merasa sulit


Tuhan,jika bukan pada-MU
lalu pada siapa aku memohon ampunan dan perlindungan
ketika aku ada dalam jeram-jeram kemarahan
Yang kini tak jarang ENGKAU perlihatkan
aku ingin..
Setiap langkahku
Penuh hidayah dan rahmat-Mu
ada dalam lindungan-MU


Tuhan..
Kapanpun ENGKAU mau
Aku selalu siap dalam simpuhku
Aku akan baktikan diri ini pada-MU
Agar aku ada dalam jalan-MU


Terima kasih TUHAN
Atas nikmat dan berkah yang telah ENGKAU Berikan
KAU yang menciptakan,ENGKAU pula yg mematikan..
semua telah ku pasrahkan

Jumat, 16 September 2011

AKU,KAMU DAN CINTA KITA


Belajar untuk menjawab pertanyaan hati
Dengan penuh imaginasi
Merelakan hati tersakiti
Tuk peroleh jawaban pasti

Ku memintamu untuk membenciku
Tapi kau malah mencintaiku
Ku memohon kau untuk pergi dari kehidupanku
Tapi mengapa kau hadir dalam kesendirianku

Setetes air mataku
Menjadi kesedihanmu sepanjang waktu
Senyum lepas di wajahku
Menjadikan kau semakin ingin tetap menjagaku

Di antara orang-orang yang pernah coba mendekatkan
Tapi hanya kau yang membuat aku nyaman
Membuat aku mampu bertahan dalam segala hal
Yang dulu jadi kelemahanku

Bukan materi yang kau beri
Bukan nafsu semata yg kau pinta
Bukan keikhlasan kehormatan yang kau idamkan
Tapi ketulusan hati menjagaku dengan kemampuanmu

Tangismu adalah lukaku
Cintamu adalah motifasiku
Kasihsayangmu adalah tuntunan jalanku
Bencimu adalah kesabaranku
Ketangguhanmu adalah deretan pelengkap di kehidupanku

Entah sampai kapan cinta kita bertahan
Aku hanya bisa menjalankan
KAu hanya bisa berikan pengalaman dan wawasan
Agar aku dan kau sama-sama punya satu jawaban

Kita merencanakan
Untuk selalu bertahan
Mempertahankan kenangan-kenangan
Yang terbaik di masa depan

Apa yang aku cari
Pasti kau yang temui
Semua yang tak ku miliki
Senantiasa kau beri

Buta mata bukan karna cinta
Nafsu raga bukan karna pengorbanan cinta
Tapi karna yang menjalankannya
Dan kekuatan pertahanan hatinya

Dalam cinta kita tak ada buta
Karna kita cintai hati
Bukan cintai jiwanya
Karna cinta dalam hati tak pernah mati

Ku berharap
Jika kita tak bisa menyatu lagi
Kita tetap saling berbagi
Karna kau yang aku percayai
Ketika aku curahkan isi hati

Satu yang perlu kita ingat
Kita bersama untuk saling memberi semangat
Untuk mengusap setetes kirangat
Yang telah melekat

Inilah cerita cinta kita
Yang dulu ku janjikan
Untuk ku beritakan
Sebelum aku,kau menutup mata

BERLIAN HIDUPKU

 
Melangkahkan kaki
Mengikuti jalan lajunya mentari
Tinggi bukit persatuan aku daki
Dengan semangat yang berseri

Tuntaskan marah dalam kedendaman
Redakan amarah yang berdesir resah
Meratapkan aku dalam puing-puing kesadaran

Dalam hidupku
Tak ada yang berharga di mataku
Selain kedua orang tuaku
Yang telah mengasuhku

Ayah dan bunda
Adalah berlian berharga
Yang mampu melirihkan setitik cahaya
Dalam pembiasan panorama dunia

Untuk apa ku miliki harta berlimpah
Jika aku membuat orang tua susah
Membuatnya gelisah
Dengan nada tangisan darah

Merunduk kesepian
Mendekup kehampaan
Memeluk kerinduan
Melampiaskan perasaan

Dalam hidupku
Perjalanku akan berhenti
Ketika aku mulai kehilangan keyakinan hati
Yang tak bisa berpijar di atas roda waktu

Gerobak tua meraja
Geribik tua tertata
Alas kaki yang tak berbaja
Menanduskan derai air mata