Rabu, 11 Januari 2012

Takut

Kala kegelapan menghampiriku
Bersama sepoi-sepoi angin yang melayangkanku
Derasnya tetes sembur air membasahiku
Menimbun seluruh takut di dadaku

Ingin aku menjerit....
Namun aku malu
Aku takut perhatian tertuju padaku
Dan memanjakanku

Biasanya....
Hati tak setakut ini
Fikir tak sekecil ini
Tapi sekarang...
Semua tak bisa lagi aku pungkiri

Mataku melinangkan kesedihan
Kekhawatiranku membawa rasa yang kacau
Kegalauanku tak lagi menyisa
Karena rasa takut yang terus menyiksa

Ibu...Ayah...
Kini aku dalam permasalahan

Kisah Terindahku

Dalam hidup ini
Banyak hal yang telah aku pelajari
Dari kecil hingga kini
Hidupku tak pernah luput dari bahagia dan uji

Berbagai curam yang berujung terumbu
Hati galau namun fikir merindu
Menampilkan suasana hati yang bahagia
menyembunyikan luka yang terus menggembala

Aku tak pernah mau.....
Habiskah masa-masa hidupku hanya terpaku
Pada satu perjalanan waktu


Ku jaga selalu pengalaman hidupku
Hingga maut menelenggamkanku
Dalam ruang yang penuh batu

Jumat, 06 Januari 2012

IMPIAN

Perkembangan potensi pembelajaran
Membuat diri melipat harapan
Menyimpan cita-cita dimasa depan
Menghimpun gejolak peradaban

Mendorong diri untuk melangkah
Meninggalkan masa terjajah
Mengupas batas-batas ketidakadilan
Yang kini menjadi perbincangan

Tiada yang salah dalam peristiwa negeri ini
Karena semuanya sama-sama beradaptasi
Hanya kurang kesadaran diri
Akan dampak ajang ini diesok nanti

Impian....
Membawa seseorang meraih angan
Yang tak sampai kerena minimnya keinginan
Diatas usaha yang telah di lakukan

HEMBUS KEBERLALUAN

Seiring berjalannya waktu
Senantiasa menghapus kenangan dimasa lalu
Untuk membuka halaman baru
Dalam hidup yang penuh haru

Waktu demi waktu berlalu
Hembus angin menyingsing keperihatinanku
Menyapa setiap langkahku
Dalam relung terumbu

Ku lemparkan batu kecil dalam danau
Namun hembus tangis menghalangnya
Membuat diri ini tak kuasa lagi
Menahan rasa galau yang terjadi

Hembus keberlaluan...
Tak sedikitpin menghapus bayangan
Yang terkikis hanya kebencian
Disetiap monopoli perasaan

REVOLUSI KEHIDUPAN

Bersama  perkembangan kehidupan
Telah m,emutarkan roda perekonomian
Memberikan ruang persaingan
Untuk tetap bisa mempertahankan

Memanfaatkan setiap kesempatan
Untuk memberikan kekondusifan
Yang menyangkut penertiban
Dalam perputaran perkembangan

Jika tak mampu melakukan penyesuaian diri
Maka tak bisa ikut berevolusi
Karena revolusi penuh kekuatan misteri
Yang perlu dimiliki
Agar tak merasa selalu sendiri

RATAPAN KEHIDUPAN

Lamunanku tak pernah mau kunjung berakhir
Airmataku tak henti mengalir
Meratapi sisa-sisa kehidupan
Yang hanya tinggal kehidupan

Sudah aku jelajahi plosok bumi
Namun tak ku temui titik mati
Yang ada hanya lelah dan letih
Bersama bimbang yang tak memulih

Duka yang terus melanda
Tak henti meneteskan airmata
Ku coba menghitung butir derita
Tapi aku tak temukan nominalnya

Ku bergegas lari kencang
Meninggalkan semua untaian
Ku coba untuk bercanda riang
Namun tetes airmata tetap teralirkan

TANGIS ANAK JALANAN

Kemarin
Tanpa kesengajaan yang aku lakukan
Aku dengarkan sebuah perbincangan
Aku coba mendekati
Namun mereka berlari....

Aku mengejar senantiasa menghapus takut
Aku bergegas memanggil diantara mereka
Aku bertanya
Mengapa kalian berlari ketika aku hendak menghampiri
Terdiam sejenak.....
Aku berada dalam keherananan kebingungan

Apa...Mengapa mereka seperti ini
Apa yang sebenarnya terjadi
Dan siapa tokoh di balik semua ini
Aku menggoreskan kepiluan dalam terik keletihan

Aku bertanya lirih
Coba menenangkan hati mereka
Selang beberapa waktu mereka berkata
Kami menangis meratapi kehidupan yang penuh dengan ketidakadilan
Kini aku mengerti
Fikir mereka yang menggeluti hati